Senin, 17 Desember 2018

PANCASILA SEBAGAI SOLUSI MASALAH DEKADENSI MORAL



Pada saat ini perkembangan zaman sangat pesat, apalagi dengan munculnya teknologi-teknologi modern pada masa revolusi industri di Eropa hingga sampai pada zaman digital masa kini. Dengan adanya kepesatan teknologi ini maka masyarakat-pun mengalami perubahan kebiasaan, apalagi dengan adanya globalisasi yang memungkinkan informasi menyebar dengan cepat. Perubahan ini memberi dampak positif dan negatif salah-satunya adalah dekadensi moral.
Dekadensi moral adalah bentuk-bentuk perubahan sosial dimana kondisi moral mengalami kemerosotan atau perubahan yang jatuh. Fenomena ini sangat menarik untuk di teliti, pesatnya teknologi menjadi pemicu paling kuat mengenai masalah dekadensi moral, para remaja di Indonesia belum bisa membedakan mana modernisasi dan mana westernisasi sehingga kebanyakan para remaja saat ini terlalu gamblang untuk menerima budaya-budaya barat yang sebenarnya kurang cocok dengan budaya ketimuran, contoh dari dekadensi moral yang dialami remaja adalah pergaulan bebas, pemerkosaan, pencabulan, tawuran, hingga narkoba. Bahkan bukan hanya remaja, tetapi juga seseorang yang sudah tidak bisa dianggap remaja, korupsi yang marak terjadi di bidang pemerintahan misalnya, yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat adalah bentuk dekadensi moral.
Menangani masalah dekadensi moral ini juga tidak mudah. Segala bentuk upaya atau solusi harus dilakukan dari berbagai pihak, pemerintah hingga masyarakat. Pengawasan dan perhatian orang tua terhadap anaknya, memberi pendidikan karakter sejak dini, memberi pendidikan agama, menegakkan hukum atas pelaku kejahatan, apapun itu untuk mengantisipasi masalah dekadensi moral.
Salah satu solusi masalah ini adalah kembali merenungkan makna-makna dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila selain menjadi ideologi negara juga mempunyai fungsi-fungsi lain, antara lain: Pancasila sebagai pedoman hidup dan kepribadian bangsa, artinya kepribadian masyarakat haruslah sejalan dengan butir-butir pada Pancasila, karena Pancasila lahir bersama lahirnya bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam sikap mental maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain. Jika para remaja mengamalkan hal tersebut maka remaja tersebut akan mengenali dirinya dan dapat membedakan budaya luar dan dalam, serta dapat memilah budaya yang masuk sehingga dekadensi moral dapat diantisipasi.
Pancasila juga memiliki fungsi sebagai jiwa bangsa Indonesia. Menurut Von Savigny bahwa setiap bangsa punya  jiwanya masing-masing yang disebut Volkgeist, artinya Jiwa Rakyat atau Jiwa Bangsa. Pancasila sebagai jiwa bangsa lahir bersamaan dengan adanya Bangsa Indonesia yaitu pada jaman dahulu kala pada masa kejayaan nasional. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dikemukakan oleh Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo dalam tulisan beliau dalam Pancasila, yang menyatakan bahwa Pancasila sendiri telah ada sejak adanya bangsa Indonesia.
Dengan adanya fenomena dekadensi moral, maka otomatis tingkat kejahatan di dalam suatu negara juga meningkat, contoh saja banyak terjadi pelecehan, pemerkosaan, tawuran antar pelajar, hingga pengedaran narkoba. Dan jika hal ini sudah terjadi maka solusinya adalah tindakan represif dari penegak hukum, dan hukum yang diberikan juga harus kembali kepada Undang-Undang Dasar dan tidak menyimpang dari Pancasila, mengingat fungsi Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, artinya semua hukum yang berlaku harus kembali kepada Pancasila.

Kesimpulannya adalah solusi masalah dekadensi moral dapat dilakukan melalu berbagai cara baik preventif maupun represif, salah satunya adalah Pancasila sebagai solusi masalah dekadensi moral, karena pada dasarnya Pancasila mengatur seluruh kehidupan masyarakat, kedudukan Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia, Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bangsa, pandangan hidup bangsa, dan kepribadian bangsa, sehingga Pancasila bisa dijadikan solusi atas masalah dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat.
NAMA          : SYAFA ALHIMAM ARTA           
NIM              : 11180510000134
KELAS         : KPI D
SEMESTER : 1

Pengalaman Ke Museum Lubang Buaya yang “Katanya” Mirip Rumah Hantu

Sebelum kami berangkat, saya bersama teman-teman berjanji untuk kumpul di halte UIN pada jam 9 pagi, yang pada kenyataannya banyak teman-teman yang belum kumpul. Sembari menunggu anak-anak yang belum datang, saya menyempatkan untuk pergi ke minimarket untuk membeli makanan sebatas pengganjal lapar, karena memang belum sempat sarapan. Setelah anggota kami lengkap, kami langsung berangkat ke terminal Kampung Rambutan menggunakan Transjakarta. Sampai disana kami disambut dengan supir-supir angkot yang seolah-olah haus akan penumpang. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan naik angkot dari terminal ke museum.
Setelah sampai disana kami melihat gapura besar yang bertuliskan “MONUMEN PANCASILA SAKTI”. Bagi saya ini adalah kali pertama datang ke museum ini, kami berjalan beberapa ratus meter dari gapura sampai ke pos pintu masuk untuk membayar tiket. Harga yang ditawarkan cukup murah, yaitu Rp.4000 tiap orang dewasa. Karena kami bersembilan, kami patungan untuk membayar tiket itu. Kemudian kami berjalan lagi beberapa ratus meter sampai ke mushola dekat tempat parkir. Disana kami menemui teman kami yang kebetulan sudah berangkat duluan ke museum karena memang jarak antara rumahnya dan museum tergolong dekat. Setelah kami berkumpul didepan mushola kami mulai melanjutkan perjalanan kedalam area museum. Disana terlihat halaman yang sangat luas dengan air mancur di tengah-tengahnya yang ukurannya melebihi pintu masuk.
Kami memulai perjalanan ke sumur “Lubang Buaya” yang memang telah menjadi tempat favorit pengunjung. Sumur ini dikelilingi oleh pagar marmer dan beratap genteng yang mirip dengan bangunan-bangunan khas jawa. Kemudian kami sempat berfoto dibawah monumen Pancasila yang jaraknya tidak jauh dari sumur. Setelah asyik berfoto kami langsung menuju rumah penyiksaan yang berada tepat disamping sumur maut. Didalamnya disuguhkan diorama penyiksaan jendral-jendral oleh anggota PKI, terdapat juga patung lilin anggota Gerwani yang menari dan ada pula yang seolah-olah berteriak dengan membawa kayu. Diorama ini juga memiliki fasilitas pengeras suara yang memutar suara narator yang sedang menjelaskan peristiwa penyiksaan.
Kemudian saya bersama teman-teman melanjutkan perjalanan ke Paseban yang terletak didekat pintu masuk kami. Didalamnya terdapat diorama-diorama rentetan peristiwa pemberontakan anggota Komunis di Indonesia, dan melanjutkan ke Museum Penghianatan PKI (Komunis). Kami pun menyadari bahwa sebenarnya kami salah mengambil jalur, yang sehaurusnya ke Museum Penghianatan PKI dulu baru ke Paseban, tetapi kami melakukan yang sebaliknya. Saya melihat sekilas didepan museum penghianatan ini karena merasa aneh, diluar gedung terdapat gaya-gaya jendela yang ukurannya sangat besar bercat oranye yang mana itu memang bukanlah jendela, tetapi sekedar desain gedung yang saya pikir konyol saja.
Setelah mengelilingi museum penghianatan PKI. Kami menyadari bahwa kita melewatkan tempat relik yang didalamnya terdapat pakaian-pakaian korban G/30/S/PKI. Akhirnya kami masuk lagi kegedung Paseban dan berbelok kearah kanan dan terdapat ruangan kosong dan terdapat petugas didalamnya. Salah satu teman saya bertanya kepegas berbaju putih itu.
“Pak ini bisa dimasukkin?” Tanya teman saya
“Oh iya dek, masuk aja!” Jawabnya
            Kami pun masuk dan terdapat 2 ruangan yang berhadap-hadapan. Kami memasuki ruang relik terlebih hulu. Didalamnya terdapat banyak koleksi pakaian asli korban dan barang pribadi, serta alat-alat yang berhubungan dengan pengangkatan jenazah jendral-jendral. Terdapat pula detail visum jendral-jendral “versi pemerintah orde baru”. Selepas itu kami melanjutkan ke ruang pameran foto yang berada tepat didepan ruang relik. Didalamnya terdapat rentetan foto-foto penemuan sumur hingga pemakaman para jendral. Selesai melihat-lihat akhirnya kami keluar dari kedua ruang tersebut dan diluar gedung terdapat semacam tank panzer yang digunakan untuk mengarak jenazah para jendral.

Setelah berputar-putar mengelilingi seluruh museum, kami melanjutkan perjalanan keluar dan mampir untuk makan di tempat parkiran. Hujan pun turun dan terpaksa kami harus menunggu sampai reda. Sehabis hujan reda kami pulang melewati jalan yang sama, menaiki angkot dan bus Transjakarta dengan jurusan yang sama. Bedanya kali ini agak sumpek karena banyak penumpang berebut angkot usai mendatangi acara Ustazd Abdul Somad di masjid dekat TMII, ditambah lagi suasana usai hujan yang menambah suasana makin jenuh. Akhirnya kami tiba di Ciputat kira-kira menjelang maghrib dengan cuaca hujan.

Selasa, 03 Maret 2015

SEJARAH PERANG DUNIA KE-2

SEJARAH PERANG DUNIA KE-2

  Pada tanggal 1 September 1939, Jerman menyerang Danzig (Polandia). Sejak saat itulah meletus perang dunia 2. Akibat tindakan Jerman ini akhirnya negara Inggris dan Perancis pada tanggal 3 September 1939 menyatakan perang terhadap Jerman dan kemudian diikuti oleh negara sekutu lainnya.

Negara yang Terlibat Perang Dunia 2 

  • Blok Fasis/Sentral: Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumana, Finlandia, Hungaria.
  • Blok Sekutu: Inggris, Perancis, Rusia, Amerika Serikat, Polandia, Belgia, dan negara sekutu lain.
Jalannya perang dunia 2 terjadi di beberapa medan pertempuran sebagai berikut:

  1. Medan Timur (Rusia) 1939-1944
  2. Medan Barat (Eropa) 1939-1945
  3. Medan Afrika (Balkan) 1940-1945
  4. Medan Asia-Pasifik 1941-1945
    • Sejak tahun 1939-1942 kemengan berada di pihak negara fasis yaitu Jerman, Italia, Jepang.
    • Tahun 1942 merupakan titik balik ketika blok fasis mengalami kekalahan.
      • Jerman pertama kali kalah dari Rusia dalam pertempuran Stalingrad (November 1942)
      • Jepang kalah dari sekutu di Pulau Karang (Mei 1992)
    • Antara tahun 1942-1945 kemenangan berada di pihak sekutu.
Perang Dunia 2


Akhir Perang Dunia 2 

  • Di Eropa, Sejak Jerman kalah dalam pertempuran di Stalingrad dengan Rusia, kemu pada tanggal 24 Agustlis 1944 Rumania menyerah, diikuti Buigaria pada tanggal 8 September 1944, Hungaria pada tanggal 13 Februari 1945, dan Jerman menyerah pada tanggal 7 Mei 1945.
  • Di Asia. Setelah Jepang di bom pada tanggal 6 Agustus 1945 di Hiroshima dan tanggal Agustus di Nagasaki, maka pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Namun, penyerahan secara resmi pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal Missouri di Teluk Tokyo. 
Setelah Perang Dunia 2 berakhir, kemudian diadakan prjanjian damai sebagai berikut:

  1. Perjanjian Potsdam (2 Agustus 1945) antara. Jerman dan Sekutu.
  2. Perjanjian antara Italia dan Sekutu (1945)
  3. Perjanjian antara Austria dan Sekutu (1945) 
  4. Perjanjian antara Sekutu dan Hungaria, Bulgaria, Rumania, serta Finlandia (1945). 
  5. Perjanjian San Fransisco (1951) antara Jepang dan Sekutu.
Itulah tadi rangkuman singkat kronologi terjadinya perang dunia ke 2.
sumber:dari berbagai sumber
                                                   

                                                                                           Nama kel:1 ahmad ferdiansyah
                                                                                                           2 syafa alhimam arta
                                                                                                        3 M.Taqiyuddin F.
                                                                                                    4 M.syahrul agil
                                                                                                     5 salman al farisi